Selasa, 16 Agustus 2016

Dengan Menulis Rangkaian Kata Pun Bisa Bicara




          Hidupku normal seperti anak-anak remaja lainnya. Berangkat pulang sekolah adalah hal biasa untukku. Memakai seragam dan bertemu dengan teman-teman setiap harinya. Mendengarkan suara guru, dan melewati jalanan ramai setiap minggunya. Orang bilang masa-masa SMA/SMK adalah masa-masa terindah, walaupun tidak seindah yang kubayangkan, tapi aku cukup bersyukur bisa menempuh pendidikan di sekolahku. Setidaknya masa-masa ini aku bisa berkarya. Aku bisa menulis dan melewati masa remajaku dengan persoalan-persoalan di dalamnya.
          Waktu aku membuat blog ini yang terfikir dalam diriku adalah membuat blog yang terkenal. Tapi ternyata aku kehabisan ide dan melupakan sesuatu, sesuatu itu adalah kesenangan. Kesenangan bisa menulis dan mengungkapkan ide sesukaku. Aku suka menulis, menggambar, dan apapun yang kusukai. aku tidak suka menari dan bernyanyi. Ketika aku menari aku selalu kaku, ketika menyanyi suaraku fales. Huh, dan waktu SD ketika ikut siaga, aku ikut menari dan hasilnya kaku sekali. kemarin2 ada tugas menari dari guru dan hasilnya kaku sekali.
          Yah, lebih baik menulis. Walaupun tidak punya kata-kata menyentuh.   Setidaknya ini impianku sejak dulu, menulis.  di blog ini aku juga bisa menaruh beberapa gambarku.  J dari kecil dari SD sampai sekarang aku suka sekali menggambar putri-putrian  entah itu dari imajinasiku atau hanya tanganku saja yang bergerak.
          Yang jelas aku ingin bersenang-senang. Juga beberapa sinopsis film yang aku sukai. Maklum selain suka baca buku aku juga suka nonton film. Dan untuk itu aku mengucapkan terimakasih untuk kalian yang mengunjung blogku ini.
          MARI BERSENANG-SENANG

Selasa, 09 Agustus 2016

TENTANG AYAH



          Wajah itu tersenyum ke arahku. Wajah yang selama belasan tahun ini telah merawatku hingga aku dewasa dan mendapatkan gelar sarjanaku sekarang.  Senyumnya masih bertahan hingga tetes air mata harunya mengalir melewati kedua belah pipinya. Aku segera berlari ke arahnya lalu kupeluk tubuhnya yang semakin renta.  Cukup lama kami berpelukan, hingga pelukan hangat ini pun terlepas ibuku masih tersenyum. Ia mengelus-elus rambutku lalu mencium dahiku.
          “Selamat sayang, kamu sudah sarjana sekarang” ucapnya tanpa memperdulikan aliran air matanya yang semakin panjang.
          “Ibu, ini semua berkat ibu, semua karena ibu. Akulah yang harusnya berterimakasih pada ibu” kataku sambil mengulap air matanya lalu kembali memeluk ibuku.
          ayang, ibu yakin kamu akan menjadi orang hebat nanti. Andai ayahmu dapat melihat ini, andai ayahmu dapat memelukmu sekarang, andai ayahmu.....”
          Ucapan ibu tertahan di tenggorokannya, ia terdiam sejenak dengan tatapan kosongnya seperti biasa.
          “ ibu.....”  Aku menatap wajahnya yang kini kaku, bola matanya sudah membulat ke arah seberang , di sana sebuah keluarga utuh sedang merayakan wisuda putri mereka dengan tawa riang. Beberapa kali mereka berfoto untuk mengabadikan momen bahagia mereka. Aku tahu, bukan karena pakaian, mobil dan aksesoris mereka yang membuat ibu terpaku kaku. Ibu karena seorang laki-laki yang mereka panggil ayah yang kadang membuat ibuku begitu meratapi masa lalunya.
          Aku berusaha tegar, itu sudah biasa. Kuelus pundak ibu lalu kupeluk dia sekali lagi seakan tubuh ini tidak pernah lepas dari pelukannya.
          “sudahlah,bu” kataku pelan “ini hari bahagia untuk semua orang di sini, termasuk kita, tolong lupakan orang itu untuk sesaat.”
          Ekspresi ibuku tidak berubah, aku pun berusaha menjauhkannya dari keramaian. Kuajak ia berfoto bersama seperti keluarga bahagia tadi. Tetap kesedihan di hatinya tidak juga hilang. Keluarga itu sangatlah mengacau, sampai kami pulang pun ibuku masih murung. Duduk terpaku di kursi malasnya sambil memandangi foto pernikahannya yang separuhnya telah robek entah kemana.
          Berulang kali kuajak dia berbicara, kuceritakan tentang masa kecilku lalu tentang hal-hal lucu yang pernah kualami. Secuil senyum tipis terukir. Aku cukup lega melihatnya, setidaknya dia akan kembali bangkit dan seceria seperti biasa besok. Aku sudah sering mengalaminya berkali-kali, jika dia diam berarti selama semingu ini dia akan terus begitu, tapi senyum tipis itu sudah cukup bagiku sebagai kode bahwa dia ingin sendiri hari ini.
         
                                                ***********
          Tok tok tok
          “Assalamualaikum”  sebuah salam terdengar cukup mengagetkanku. Aku segera membukakan pintu dan menjawabnya. Tamuku hari ini adalah bambang, sahabat dekatku dari aku masuk universitas sampai sekarang lebih dari seorang sahabat.
          “kamu, mbang, ngagetin aja” ucapku basa basi.
          “huh kamu, calon suami dateng ke rumah ibu mertua dibilang ngagetin” candanya seperti biasa. Aku tertawa kecil untuk menutupi kesedihanku sekaligus agar dia tidak tersinggung. Tanpa disuruh masuk pun bambang sudah langsung masuk dan memanggil nama ibuku dengan keras seperti memanggil nama ibu kandungnya di rumah sendiri.
          “kok nggak ada jawaban? Nggak kayak biasanya” tanya bambang heran.” Padahal aku ada berita penting.”
          Tergiang dalam benakku ingin bertanya berita penting apakah itu? Tapi segera aku hanya diam. Berita itu tidak penting lagi ketika keadaan ibuku seperti ini bahkan wisudakupun sudah tidak membuatnya senang ketika mengingat laki-laki itu.
          “ibu beneran ada di rumah enggak sih? Kok sepi” tanya bambang sekali lagi. Dia mungkin sedikit kesal karena tidak direspon positif seperti biasanya.
          “Ibu tidak bisa diganggu hari ini” aku berusaha menjelaskan.” Dia sedang ingin sendiri....”
          “Ada apa? Kamu sedang bertengkar dengannya?”
          Aku menggelengkan kepala,” tidak, kami baik-baik saja. Ini semua karena laki-laki itu, ibuku terus memikirkannya sejak wisudaku kemarin.”
          Aku pun menceritakan kejadian tadi siang di wisudaku yang membuat ibuku tidak berbicara sedikitpun padaku sampai sekarang.
          “Ini semua karena laki-laki pengecut itu, dia meninggalkan kami sejak aku kecil. Dan ketika ibuku mengingatnya dia pasti akan seperti itu. Meratapi laki-laki itu, melihati fotonya. Ini harusnya menjadi hari bahagiaku sekarang tapi kenapa seperti ini? Kenapa kenangan tentang ayahku selalu membuatnya seperti itu? Kapan dia sadar, kapan dia tahu laki-laki itu yang sudah meninggalkannya, kapan ibuku bisa melupakannya?” Aku mengulap air mataku yang tanpa sadar sudah  mengalir begitu saja.
          “Laki-laki jahat itu, disaat aku membutuhkannya sebagai seorang ayah dia pergi begitu saja. sebenarnya itu bukan masalah untukku, toh tanpa ayah kami baik-baik saja. tapi  yang dilakukannya pada ibuku sungguh keterlaluan. coba lihat ibu sekarang, dia bahkan seperti tidak mengenali anaknya sendiri.” aku semakin terisak, pasti aku akan menangis ketika mengingat laki-laki itu. bahkan satupun memory tentangnya yang aku ingat.
          “Aku yakin ibumu pasti sudah sangat sabar dan tabah menghadapinya” bambang duduk mendekatiku. Dia hanya menepuk pundakku, aku tahu dia tidak mungkin berbuat lebih. kupandangi wajahnya untuk sesaat, kutarik nafasku agar bisa berbicara tapi tetap saja kini aku hanya diam, larut dalam kesedihan ibuku.
          “Banyak orang di luar sana yang tidak bisa bersabar dalam masalahnya, dia mungkin sudah masuk dunia hitam, terlarut dalam angan-angannya, bisa saja ibumu stress masuk rumah sakit jiwa atau mungkin ikut meninggalkanmu seperti ayahmu, atau bisa saja dia sudah bunuh diri karena masalah yang ditimpanya, karena rasa sakit dan benci pada ayahmu. Tapi sherin, dia tidak melakukannya. Dia tetap menyayangimu, bahkan dia rela mati-matian mencari nafkah sendiri untuk menyekolahkanmu, memberimu dukungan seorang diri. Ibumu orang hebat sherin. Dia lebih hebat dari wanita manapun.”
          Aku masih diam. Kutatap wajah bambang sesaat lalu tertunduk malu. Entah kenapa aku begitu malu, aku tidak menyadari kasih sayang ibuku selama ini, walaupun dia sekarang hanya diam dan meratapi masa lalunya yang kelam bersama ayahku tapi aku lupa bahwa dia pasti akan kembali menjadi ibuku, ibuku yang selalu tersenyum manis untukku seakan masa lalunya sudah hilang. Untuk apa dia melakukannya? Tentu untukku agar aku bisa melupakan sosok yang tidak pernah ada dalam hidupku sekaligus melupakan kebencian dalam diriku.
          “Sherin”
          aku menoleh ke belakang sedikit merasa kaget. aku tidak tahu kalau ibu sudah ada di belakangku. mungkin dia menguping pembicaraan kami. aku pun berjalan mendekatinya kupeluk erat tubuhnya.
          “Ibu baik-baik saja, kan?” bisikku padanya.
          “Iya sayang, ibu baik-baik saja. ada sesuatu yang ingin ibu katakan padamu. kukira ini sudah waktunya, sayang.”
          “Apa itu,bu katakan saja.”
          “Ini tentang ayahmu. Laki-laki yang ada di keluarga yang kita lihat tadi siang itu ayahmu.”
          mataku terbelak tajam karena kaget, marah sekaligus tidak percaya pada apa yang dikatakan ibu. aku berkali-kali menggelengkan kepalaku.” Tidak ibu, itu tidak mungkin. Dia.... ibu bilang dia sudah pergi jauh. Tidak, tidak sudah meninggal, aku yakin dia sudah meninggal.”
          “Ayahmu belum meninggal, sayang dia juga tidak pergi jauh. mungkin kita sering bertemu dengannya tanpa kita sadari, di jalan, di tempat perbelanjaan, atau di tempat-tempat umum lainnya. Dia hanya meninggalkan kita.” ibuku menoleh ke arah lain, dia tidak berani menatapku.
          “Dia hanya meninggalkan kita, waktu itu ketika aku pulang menjemputmu dari taman kanak-kanak, ayahmu sudah tidak ada. hanya selembar kertas  yang dia tinggalkan untukku. aku sangat marah waktu itu, sedih, kecewa. Orang yang sangat kucintai pergi tanpa alasan. aku tidak bisa melupakan rasa sakit yang diberikannya sampai saat ini. aku sudah berulangkali bertemu dengannya, tapi aku tidak bisa mendekatinya aku tidak bisa menanyakan kenapa dia meninggalkanku. walaupun aku ingin sekali memukulinya atau mengatakan padanya tentang anakku yang sudah dewasa, aku tetap tidak bisa mengatakannya.....”
          “Kenapa, bu? Kenapa?” tanyaku penuh emosi, kutatap mata ibuku sambil memegang erat kedua pundaknya yang tergoncang karena tangannku.” IBU KENAPA?”
          “Sherin, kamu sendiri sudah bisa menebak jawabannya bukan? dia sudah berkeluarga, dia sudah punya hidup baru.”
             
                                                            ***********
            Aku masih tidak percaya dengan apa yang ibu katakan. Kenyataan bahwa laki-laki di keluarga yang kulihat tadi siang itu ayahku masih membuatku syok. Kududukkan tubuhku di kursi, mencoba menenangkan diriku. Orang itu ayahku. Orang yang bahkan tidak kuperhatikan diantara bahagianya mereka ketika wisuda tadi siang. Dan mungkin mahasiswa yang diwisuda tadi juga saudaraku.  Bagaimana dia bisa sebahagia itu tadi siang, bagaimana dia bisa melupakan aku dan ibuku yang selalu memikirkannya. Kutatap selembar kertas yang tadi ibuku ambil dari laci lemari.  Kertas itu sudah sangat kotor dan berjamur, mungkin sering ditangisi ibuku ketika mengingat ayah. Tapi tulisan di dalamnya masih utuh. Tinta hitamnyapun belum sedikitmu memudar walaupun sudah bertahun-tahun ada di laci lemari.
            Mawar, aku pergi sebentar untukmu dan sherin. Jaga dia baik-baik yakinlah kalau aku akan pulang.
Anwar
            “Pembohong” ucapku melampiaskan emosiku pada tulisan pendek itu. Tulisan inilah yang kadang membuat ibuku  selalu terisak ketika membacanya.
          “Sudahlah, berhenti membacanya” kata bambang lalu merebut kertas itu dari tanganku.” Kamu akan semakin sedih jika membacanya.”
          “Ayolah, kenapa masih diam, bukankah ini hari bahagiamu, kamu sudah diwisuda bukan? padahal empat tahun lalu waktu aku jadi seniormu kamu bilang aku  hari bahagiaku adalah ketika aku wisuda nanti, memakai toge dan membuat orang yang paling kucintai memelukku dengan sangat bahagia.” bambang tersenyum ke arahku. Aku tahu dia berusaha menghiburku.” Jangan menangis lagi, lupakan tentang ayah kamu, ini hari bahagiamu bukan? Oh, ya untuk sarjana muda kita coba kitalihat apa yang dibawakan pangeran tersayangnya untuknya.”
          Bambang berjalan mundur beberapa langkah dariku lalu mengeluarkan sesuatu dari belakangnya. TADA...
          “Bunga” seruku terkejut dengan hadiah yang dibawanya. Sebelumnya kukira dia lupa hari ini wisudaku, ternyata dia ingat juga.
          “Bagus nggak?”
          “Bagus sekali, cantik” kataku seraya menerima bunga itu dari genggamannya.
          “Tapi lebih cantikan kamu sih. Gimana, apa kamu masih sedih sekarang?”
          Aku mencoba tersenyum.” Tidak.” aku berbohong.
          “Mau tahu kabar baik yang ingin aku katakan tadi?” Bambang  memoncongkan bibirnya seperti  moncong bebek.” Mau tahu nggak?”
          Aku mengganggukkan kepala.
          “Keluargaku akan datang melamar 3 hari lagi. Maaf aku tidak bisa menungjungi wisudamu kemarin siang aku sibuk mengurus semuanya, ibuku bilang lebih cepat lebih baik apalagi kamu sudah diwisuda sekarang.”
          “Benarkah?” tanyaku tidak percaya.
          Bambang mengangguk. Aku pun tersenyum tulus kali ini seakan semua cerita menyakitkan tentang ayahku sudah hilang. Tentu, 3 hari lagi aku akan menjalin hubungan dengan keluarga baru. Dan aku pun akan mempunyai calon ayah untuk anak-anakku nanti. Hidup baruku akan segera dimulai.
         
         


Minggu, 26 Juni 2016

BELAJAR MENGGAPAI MIMPI DARI FILM ENDENSOR

MIMPI....

“Gantunglah mimipimu setinggu mungkin maka Tuhan akan mendekap mimpimu itu”
(By :Endensor)
Aku tidak tahu kenapa aku jadi suka film-film yang diambil dari novelnya Andrea Hirata. Waktu pertama kali aku denger Laskar pelangi kayaknya biasa aja tuh, mungkin waktu itu aku belum tahu kalau itu begitu terkenal. Beberapa kali aku pernah membaca bukunya, karena sangat tebal dan menggunakan bahasa yang menurutku sangat bermakna tapi sayang aku terkecoh dengan tebalnya sang buku dan banyaknya narasi dibanding percakapan hanya kubaca depan dan belakangnya saja.
Dulu aku belum tahu bahwa buku ini sangat bermakna, menyentuh, menarik dan memberikan kita banyak pelajaran. Cerita-ceritanya dari novel-novelnya om Andrea Hirata banyak mengajarkan tentang perjuangan,pantang menyerah,cinta dan realita  tentang hidup yang sebenarnya.  Aku sudah lupa benar kapan aku mulai mengagumi Andrea Hirata sebagai seorang penulis, karena aku juga ingin menjadi penulis juga yang best seller, atau setidaknya karyaku sangat bermanfaat untuk orang lain.
Berawal dari ketidak sengajaan.
Aku pernah membaca Maryamah Karpov, novel yang hanya kubaca beberapa halaman dan bagian depan belakangnya saja. Aku bahkan sudah lupa endingnya gimana. Tapi dari novel itulah muncul adegan yang ditayangkan di film Sang Pemimpi yang tidak sengaja kutonton saat tayang di TV. Yaitu adegan di mana sang tokoh utamanya menceritakan tentang ayahnya yang mendapatkan surat  panggilan untuk menjadi pegawai tetap di perusahaannya bekerja. Tapi pada hari yang sudah ditentukan di mana semua pegawai yang  dipanggil satu persatu namanya tapi nama sang ayah tidak muncul-muncul juga. Ternyata kesalahan dalam pengiriman karena ada nama yang sama. Jelas waktu itu aku sangat kecewa, dan berfikir mana keadilannya?  Tapi di situ aku juga belajar dari sifat sang ayah yang tetap sabar bahkan mau memberikan selamat pada orang-orang yang sudah menerima jabatan sebagai pegawai tetap. Dan tahu kenapa sang ayah tidak bisa menjadi pegawai tetap? itu karena dia tidak punya ijazah.
Aku menonton film itu dengan mengotak-atik sedikit memoriku waktu teman sebangkuku dulu, Suci membacanya dan membawa buku Sang Pemimpi beberapa kali ke sekolah. Walaupun aku tidak membacanya dan hanya beberapa kali melirik kata-katanya tapi yang kuingat benar tentang beberapa hal lucu yang ditampilkan dan tentang masuk bioskop.
Dan yang membuatku betah ternyata yang main Arai dewasa itu Vocalisnya Peterpan si Aril, yang sekarang bandnya namanya NOAH. Wah lumayan nih wajah cakepnya ada di layar kaca.
Dan tadi saja kau baru menonton film Edensor, aku belum nonton laskar pelangi. Dan di sini lebih menarik lagi di mana mereka berusaha kembali mewujudkan mimpi-mimpi yang menjadi mimpi mereka juga anggota laskar pelangi lainnya. Di film Sang Pemimpi aku sangat tersentuh dengan salah satu teman Arai dan Ikal, Bimbo yang mengorbankan celengannya untuk dibawa Arai dan Ikal pergi mewujudkan mimpi. Dan di Edensor aku tersentuh dengan memory ikal saat bersama Lintang dan Lintang berkata untuk mewujudkan mimpi-mimpi anggota Laskar pelangi lainnya.

Di sini aku baru tahu bahwa semua berawal dari mimpi.
Dulu ketika aku melihat di Tv Waktu Andrea Hirata menunjukkan Museumnya, aku jadi tahu seberapa terkenalnya Laskar Pelangi hingga novel-novelnya  diterjemahkan dalam beragam jenis bahasa. Banyak banget. Dan saking terkenalnya film dan novel dari Anrea Hirata bahkan wisata di Belitung jadi sangat terkenal sejak film pertamanya muncul.
Aku tidak menyangka dari seorang anak yang lahir dari keluarga biasa-biasa saja bisa memberikan pelajaran yang berarti untuk orang lain. Aku tidak tahu dari hanya seorang yang mempunyai mimpi besar itulah memberikan manfaat yang sangat banyak untuk orang sekitarnya.
Dan sekarang, aku ingin menggapai mimpiku. Ingin tahu apa mimpiku? Tidak banyak aku hanya ingin menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain. Mungkin, mendirikan sekolah? Siapa Tahu. J Mungkin aku akan berhasil, mungkin juga sebaliknya. Yang jelas mimpi itu.... sesuatu yang membuatku bisa hidup. Mimpiku yang utama.... aku ingin keluar dari lingkaran masa laluku. Mungkin pergi ke beberapa tempat, bertemu dengan orang-orang yang memberikan cerita baru hingga aku lupa masa laluku. Dan semua perasaan jahat ini.
RAIH MIMPIMU........ Jika banyak orang sukses di luar sana terlahir dengan  keadaan yang tidak sempurna lalu kenapa kamu tidak bisa? TERUSLAH BERMIMPI!


Sabtu, 25 Juni 2016

LEBIH MENGENAL TUHAN

Baiklah, lagi-lagi anak pendiam yang dibilang aneh ini cerita lagi. Mulai mengenal Tuhan. Agamaku islam, yang jelas islam dan aku tidak bisa mengatakan ikut aliran mana, NU, Muhamadyah, Syiah, Syufi. Yang kutahu kalau aku udah islam tentu islam. Sama seperti kalian hidupku normal dengan segala masalah yang datang dan cara penyelesaiannya yang kadang bagus kadang kalau diinget lucu atau nyesekin di dada.
Bagaimana aku mengenal Tuhan?
Allah Tuhanku, ya, yang melindungiku, yang maha adil, maha pemurah, pemaaf dan selalu ada di sisiku. Tentu, siapa sih yang tidak mengenal Tuhan? apapun agamamu pasti kamu sudah tahu siapa tuhanmu. Aku juga, sejak kecil aku sudah tahu siapa Tuhanku.  Tapi hanya sebatas tahu dan mungkin karena keluargaku bukan orang yang terlalu tahu tentang agama akupun acuh-tak acuh. Dulu seperti anak-anak lainnya masih suka mengaji, solat berjamaah di masjid (Cuma magrib sama isya) terus berziarah tiap jumat. Semuanya datar-datar saja. Tapi semenjak SMP, aku memutuskan untuk tidak mengaji karena males dan mungkin karena fikiran negatifku mulai datang kali ya..... jadi benar-benar jadi orang yang di rumah dan kerjaannya nonton tv. Sampai berat badanku naik berkilo-kilo udah gendut tambah dikatain gendut.
Yang lebih parah lagi SMK, di kelas satu aku jadi anak pendiam banget. Sering ada masalah dan jarang solat, karena dari kecil jarang solat juga, rasanya kalau solat itu nggak enak, males dan...... kayak jadi orang islam tapi benci solat, dan nggak tahunya kalau denger orang baca Al-Quran, jadi panas, sampai denger azan aja sakit nih telinga. Terus kemarin-kemarin aku memutuskan untuk lebih taat lagi. Entah kenapa alasannya, tapi aku mulai solat lagi, lebih banyak membaca buku-buku islami, hadist, dll. Walaupun kadang kalau mau PMS sering bolong solatnya (beberapa solat). Paling parah lagi beberapa bulan kemudian, aku bertengkar dengan ibuku. Dan pernah dalam pertengkaran kami dia bilang “percumah rukuk, sujud solat, kalau kelakuan aja masih buruk.” sejak saat itu kalau udah bertengkar jarang solat. Tapi kalau udah baikan sih udah. Lagian siapa sih yang bisa lama-lama bertengkar sama orang tua.

Waktu itu juga aku masih suka kalau keluar pake hijab walaupun sesekali banyak yang nanya gini.
” Kokom, jilbaban mau ke mana?”
atau gini....
“Abis dari mana kamu, Kom pake hijab cantik banget.”
Crakkkk. Sakit banget di hati, tapi tetep senyum.” Nggak ke mana-mana kok” gitu jawabn yang selalu kuandalkan.
Yang palingparah sih ketika aku pulang dari liburan di bali. Walaupun di sana hijaban tapi pulangnya bener-bener parah. Kagak pernah solat, keluar nggak pake hijab. Habis perjalanan ke balinya aja Cuma sekali dua kali solat, terus karena capek mungkin, solat aja susah. Cuma waktu berangkatnya aja bisa solat yang lain, udah sibuk buat mikirin liburan doang.
Aduhhhhh.......... baru aku sadar ketika aku nggak sengaja bukak gambar-gambar kartun yang isinya hijab syari. Gimana cara hijaban yang bener. Terus kalau udah pake kerudung harus pake kaus kaki.”Kaki itu juga aurat” gitu katanya. Krak...krak....krak.... langsung aku sadar. Ya Tuhan apa yang aku lakuin??? gitu pertanyaan dalam hati aku. Terus besok-besoknya mulai solat lagi. Baca cerita-cerita motivasi islami. Terus berusaha memperbaiki gi mana aku make jilbabnya.
Sekarang lagi berusaha nyari baju yang longgar dan jilbab yang nggak transparan (abis di rumah punyanya transparan semua) hehehe maklum, kalau mau mulai hijaban kan butuh modal, jadi nggak bisa langsung syari. Abis aku kan bukan anak pejabat, bukan anak pengusaha kaya, juga bukan anak PNS atau pegawai biasa. Cuma anak orang biasa-biasa aja yang suka nulis blog. Tapi buat kalian juga yang baru berhijab jangan sedih kalau pengen hijaban yang sesuai syariat tapi baju di rumah masih metet-metet (bahasa jawa artinya ketat) atau masih transparan, masih banyak yang pendek atau tiga perempat ukuran lengannya. Kita kan harus tahu juga kalau hijaban butuh proses, jadi nggak langsung dong dateng-dateng berhijab, syari. Kaget nanti orang-orang sekitar. Lagian beli baju yang mendukung berhijab yang bener juga susah.
kok jadi curhat ya tentang hijab ya....
Pokoknya ucapan terimakasih nih buat yang punya blog yang upload gambar-gambar ini makasih banyak ya. Semoga membuka jalan buat muslimah-muslimah lain lebih berkah.



www.pinterest.com


www.haninstore.com



http://gambarfotobbm.blogspot.co.id/

Selain yang diatas masih banyak lagi. Tapi.... masak kuuploud semua, nanti kasian dong tanganku, capek ngetik buat nyari  di mana aku dapet gambar itu .
Dan. Buat kalian pembaca yang setia membaca, tetap konsisten solatnya ya....... Jangan lupa pake hijab buat yang cewek itu wajib lho... 


Dan tak lupa kita ucapkan puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.